Di sisi lain, Muhaimin menegaskan satu hal: akurasi data adalah kunci. Tanpa data yang tepat, sistem JKN sulit berjalan optimal. Kehidupan masyarakat dinamis, kondisi sosial-ekonominya terus berubah. Karena itulah, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkala dan terintegrasi. Tidak bisa setengah-setengah.
Namun begitu, pekerjaan besar ini mustahil dilakukan sendirian. Muhaimin menekankan pentingnya kolaborasi. Sinergi antarlembaga mutlak diperlukan.
"Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik menjadi satu kesatuan," ucapnya.
Kolaborasi itu, lanjutnya, untuk memastikan sistem jaminan kesehatan nasional berlangsung dengan baik. Semuanya bermuara pada satu titik: pemutakhiran data yang berkelanjutan dan berdampak nyata di lapangan.
Artikel Terkait
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo
MUI Lampung Bagikan Contoh Khutbah Jumat tentang Menjaga Semangat Ibadah Pasca-Ramadan
Mantan Suami di Pati Robohkan Rumah Gono-Gini Usai Mantan Istri Akan Menikah Lagi