Wakil Ketua MPR Soroti Kombinasi Kebijakan dan Dedikasi Guru untuk Pendidikan di Daerah 3T

- Senin, 23 Februari 2026 | 13:25 WIB
Wakil Ketua MPR Soroti Kombinasi Kebijakan dan Dedikasi Guru untuk Pendidikan di Daerah 3T

MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kombinasi kebijakan yang tepat dan dedikasi guru yang kuat untuk mewujudkan akses pendidikan yang merata, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pernyataan ini disampaikannya menyikapi data Kementerian Pendidikan yang mencatat ada sekitar 3,47 juta guru di Indonesia dan target sertifikasi 93% dari jumlah tersebut pada 2026.

Kebijakan dan Dedikasi Guru Kunci Utama

Menurut Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, membangun kemudahan akses pendidikan hingga ke pelosok negeri memerlukan sinergi yang solid. Di satu sisi, diperlukan kerangka kebijakan yang mendukung, sementara di sisi lain, peran serta tenaga pengajar yang berkomitmen tinggi menjadi tulang punggung di lapangan.

"Kombinasi antara kebijakan yang tepat dan dedikasi guru yang kuat sangat penting dalam membangun kemudahan akses pendidikan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di tanah air," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2).

Tantangan Nyata di Wilayah 3T

Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, menyoroti bahwa tantangan di wilayah 3T jauh melampaui sekadar persoalan geografis. Jarak yang jauh dan medan yang sulit sering kali diperparah oleh keterbatasan infrastruktur dasar. Masih banyak daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan listrik yang stabil, jaringan internet, serta sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.

Kondisi serba terbatas itu, lanjutnya, justru menuntut kehadiran guru-guru dengan kreativitas dan ketahanan yang luar biasa. Dedikasi untuk mengabdi dan kemampuan beradaptasi dalam situasi yang menantang menjadi kualitas yang tak ternilai.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar