"Karena harus bekerja sama dengan KAI. Yang memiliki stasiun itu kan KAI,"
tegas Pramono. Ia lalu mencontohkan keberhasilan penataan di Cikini, yang dilengkapi pelican crossing untuk keamanan penyeberang.
Konsep serupa rencananya akan digulirkan di Palmerah. Dengan akses yang lebih manusiawi dan tertata, Pramono yakin masalah angkot ngetem semrawut dan pedagang yang berantakan bisa diurai. Ia optimis.
"Untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama, termasuk pedagang nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan, maka orang tidak bisa, terutama angkot dan sebagainya, ngetem sembarangan,"
imbuhnya. Harapannya, janji ini tak sekadar wacana dan benar-benar terwujud, mengubah wajah Palmerah yang sudah lama sumpek itu.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen