Ia melihat ekonomi kreatif dengan 17 subsektor yang dimiliki Indonesia bisa jadi penggerak perekonomian nasional. Apalagi, ketergantungan pada sektor ekstraktif sumber daya alam lambat laun harus dikurangi. Di sinilah peran kreativitas menjadi kunci.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan ketika kita tidak bisa terus mengandalkan ekonomi berbasis ekstraktif,” tambahnya. “Kita perlu mengembangkan sektor berbasis kreativitas, termasuk industri.”
Untuk menunjukkan keseriusannya, dalam kesempatan itu pula AHY melakukan panggilan video langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Tujuannya sederhana: menjembatani aspirasi yang mengemuka dari pelaku ekonomi kreatif Banten agar segera ditindaklanjuti. Langkah konkret, bukan sekadar wacana.
Sebelum bertemu dengan para pelaku kreatif, dalam safari Ramadan-nya di Serang, AHY juga sempat membagikan takjil kepada masyarakat sekitar Masjid Agung Ats-Tsauroh. Ia didampingi oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dan sejumlah staf khusus.
Pesan yang ingin disampaikan jelas. Pembangunan fisik memang perlu, tapi menyiapkan lahan subur bagi ide-ide segar generasi muda adalah investasi yang tak kalah vital untuk masa depan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sehari untuk Paskah Ortodoks
Anggota DPR Desak Kemnaker Perbaiki Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Mengenal Biaya Tetap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya untuk Perencanaan Keuangan Perusahaan