Serang – Pembangunan infrastruktur di Indonesia kerap diidentikkan dengan jalan tol, jembatan, atau pelabuhan. Tapi bagi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, ada dimensi lain yang tak kalah penting: ruang untuk berkreasi.
Hal itu ia sampaikan dalam sebuah diskusi santai dengan komunitas pemuda. Lokasinya di Kota Serang, Sabtu (21/2/2026) lalu, bertepatan dengan rangkaian Safari Ramadan. Hadir di sana, para pelaku ekonomi kreatif Banten yang tergabung dalam Forum Ekraf.
Menurut AHY, begitu ia biasa disapa, infrastruktur harus adaptif. Zaman berubah, kebutuhan pun bergeser. “Kami akan mendorong penyediaan fasilitas publik bukan hanya untuk infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan,” tegasnya. “Melainkan juga ruang-ruang kreatif.”
Gagasan besarnya adalah menghadirkan creative hub di berbagai kota, termasuk di Banten. Tempat itu nantinya bisa menjadi pusat yang menjembatani kreativitas lintas generasi.
“Semangatnya, pemerintah berupaya menghadirkan creative hub di setiap kota,” ujar AHY dalam keterangan yang diterima redaksi pada Minggu (22/2).
“Kita punya banyak potensi. Indonesia dikenal dengan keberagaman, budaya, dan kekhasan lokal yang unggul. Tinggal bagaimana kita mengemasnya.”
Ia melihat ekonomi kreatif dengan 17 subsektor yang dimiliki Indonesia bisa jadi penggerak perekonomian nasional. Apalagi, ketergantungan pada sektor ekstraktif sumber daya alam lambat laun harus dikurangi. Di sinilah peran kreativitas menjadi kunci.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan ketika kita tidak bisa terus mengandalkan ekonomi berbasis ekstraktif,” tambahnya. “Kita perlu mengembangkan sektor berbasis kreativitas, termasuk industri.”
Untuk menunjukkan keseriusannya, dalam kesempatan itu pula AHY melakukan panggilan video langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Tujuannya sederhana: menjembatani aspirasi yang mengemuka dari pelaku ekonomi kreatif Banten agar segera ditindaklanjuti. Langkah konkret, bukan sekadar wacana.
Sebelum bertemu dengan para pelaku kreatif, dalam safari Ramadan-nya di Serang, AHY juga sempat membagikan takjil kepada masyarakat sekitar Masjid Agung Ats-Tsauroh. Ia didampingi oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dan sejumlah staf khusus.
Pesan yang ingin disampaikan jelas. Pembangunan fisik memang perlu, tapi menyiapkan lahan subur bagi ide-ide segar generasi muda adalah investasi yang tak kalah vital untuk masa depan.
Artikel Terkait
YouTuber Resbob Hadapi Tuntutan 4 Tahun Penjara atas Dugaan Penghinaan Suku Sunda
Menag Laporkan Penggunaan Jet Pribadi untuk Dinas ke KPK
Sekjen Kemendagri Minta TPID Turun ke Pasar Pantau Kenaikan Harga Pokok Ramadan
Presiden Sheinbaum Serukan Ketenangan Usai Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel El Mencho