Senin pagi (6/4/2026) warga di sekitar Lumajang dan Malang kembali mendengar gemuruh dari Gunung Semeru. Gunung tertinggi di Jawa itu tak henti-hentinya menunjukkan kegelisahannya, tercatat tujuh kali erupsi dalam satu pagi. Kolom abu putih hingga kelabu membubung tinggi, mulai dari 300 meter hingga yang tertinggi mencapai 1.100 meter di atas puncaknya.
Semuanya bermula lewat tengah malam, tepatnya pukul 00.38 WIB. Letusan pertama itu langsung terdengar kuat, dengan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter mengarah ke barat daya. Getarannya terekam jelas di seismograf: amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi lebih dari dua menit.
Namun begitu, erupsi paling signifikan terjadi saat pagi hari mulai terang. Pukul 06.51 WIB, Semeru mengeluarkan semburan tertingginya.
Demikian penjelasan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporannya yang diterima di Lumajang. Aktivitas vulkanik masih berlanjut saat laporan dibuat. Erupsi ketujuh, misalnya, terjadi pukul 09.29 WIB meski visualnya tak teramati jelas. Status gunung itu sendiri tetap kokoh di Level III atau Siaga.
Artikel Terkait
Krisis Energi Global Picu Penjataan Avtur di Bandara Utama Italia
Bareskrim Amankan 10 Orang, Manajemen Dua Tempat Hiburan Bali Terlibat Peredaran Narkoba
Keluarga Aurel-Atta Rencanakan Program Hamil Sebelum Akhir Tahun
Gedung Putih Bantah Keras Rumor Trump Dirawat di Rumah Sakit Militer