Pusat gempa atau episenter terletak di koordinat 6.94° Lintang Utara dan 116.26° Bujur Timur. Titik ini berada di perairan, sekitar 109 kilometer di sebelah timur laut Kota Kinabalu, Malaysia. Yang menjadi catatan penting adalah kedalaman sumber gempa atau hiposenternya yang mencapai sekitar 628 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kedalaman yang ekstrem ini menjadi kunci dalam memahami karakter kejadian. Berdasarkan lokasi dan parameter kedalamannya, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi dalam (deep-focus earthquake). Para ahli geofisika menduga mekanismenya berasal dari aktivitas deformasi atau penyesaran di dalam Lempeng Laut Filipina yang sedang menunjam, bukan di dekat permukaan.
Implikasi dan Konteks Keamanan
Meski magnitudonya besar, gempa dengan kedalaman ratusan kilometer seperti ini umumnya dirasakan getarannya lebih luas namun dengan intensitas yang lebih rendah di permukaan. Faktor kedalaman inilah yang juga secara signifikan mengurangi risiko pembentukan tsunami. Masyarakat di wilayah terdekat, termasuk di Kalimantan Utara, melaporkan getaran, namun tidak ada laporan kerusakan berarti yang diterima hingga berita ini diturunkan. Informasi dari BMKG ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat dan menjadi acuan bagi pihak berwenang dalam memantau perkembangan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai