Anggota DPR Kritik Pernyataan Cukup Aku WNI Penerima Beasiswa LPDP

- Minggu, 22 Februari 2026 | 15:40 WIB
Anggota DPR Kritik Pernyataan Cukup Aku WNI Penerima Beasiswa LPDP

Di akhir tanggapannya, Mekeng berharap DS dan publik luas dapat belajar dari kejadian ini. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang berkesempatan mendapatkan beasiswa LPDP, sehingga rasa syukur dan kesadaran diri sangat penting.

"Jadi, itu hak dia mau menentukan, mau jadi warga negara apapun, itu haknya. Tapi tidak perlu membuat statement yang satir, yang miris, nyinyir begitu. Apalagi dia mendapatkan program LPDP. Gitu loh. Yang dibiayai oleh negara. Jadi ya, ya mestinya sadar diri lah menurut saya," lanjutnya.

"Nggak semua orang bisa gitu. Banyak orang yang berkeinginan tapi nggak semua orang bisa dapat kan? Ya kalau udah dapat bersyukur dong. Bersyukur dan ya kalaupun tidak mau berterima kasih, tidak usah membuat statement-statement yang nyinyir. Apalagi merendahkan bangsanya," imbuh Mekeng.

Kilas Balik Unggahan yang Memicu Kontroversi

Kontroversi ini berawal dari sebuah video unggahan di Instagram oleh akun @sasetyaningtyas. Dalam video yang penuh sukacita itu, DS membuka paket berisi surat konfirmasi kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya beserta paspor baru.

Dalam narasi yang menyertainya, DS menyatakan tekadnya untuk mengupayakan paspor kuat bagi anak-anaknya. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya dalam video tersebut. Pernyataan inilah yang kemudian menuai badai kritik di dunia maya.

Permohonan Maaf dari Pihak Terkait

Menanggapi gelombang protes, pemilik akun @sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka. Dalam unggahan klarifikasinya, DS mengaku bahwa pernyataannya dilatarbelakangi rasa kecewa pribadi, namun ia menyadari bahwa cara penyampaiannya keliru dan dapat menyinggung.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," ungkapnya meminta maaf.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar