Madrid bergolak. Di tengah hiruk-pikuk berita dari Timur Tengah, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melontarkan kecaman keras yang langsung menyita perhatian. Sasaran kemarahannya? Benjamin Netanyahu, sang PM Israel. Sanchez secara terbuka menuduh Netanyahu telah merendahkan nyawa manusia dan menginjak-injak hukum internasional.
Latar belakangnya adalah gelombang serangan terbaru di Lebanon. Situasinya sudah sangat memilukan. Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas, sementara korban luka-luka mencapai angka seribu lebih. Sebuah tragedi kemanusiaan yang, bagi Sanchez, tak bisa lagi dibiarkan.
“Baru hari ini, Netanyahu melancarkan serangan terkerasnya terhadap Lebanon sejak serangan dimulai,” tulis Sanchez di platform X, Kamis lalu.
Dia tak berhenti di situ. Kata-katanya makin tegas dan penuh amarah.
“Penghinaannya terhadap kehidupan dan hukum internasional tidak dapat ditoleransi,” ungkapnya.
Sanchez kemudian menyerukan langkah konkret. “Sudah saatnya untuk berbicara terus terang: Lebanon harus dimasukkan dalam gencatan senjata,” tegasnya. Dia mendesak masyarakat internasional untuk bergerak.
“Masyarakat internasional harus mengutuk pelanggaran hukum internasional yang baru ini. Uni Eropa harus menangguhkan Perjanjian Asosiasi dengan Israel. Dan tidak boleh ada impunitas untuk tindakan kriminal ini,” tambah Sanchez.
Perjanjian yang dia maksud, ditandatangani Juni 2000, selama ini menjadi fondasi hubungan dagang dan politik antara Blok Eropa dan Israel. Menangguhkannya bukanlah langkah kecil, melainkan sinyal politik yang sangat kuat.
Artikel Terkait
Trump Usulkan Tol Bersama di Selat Hormuz dalam Rencana Perundingan dengan Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 15% Usai Keputusan Trump Soal Iran
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026