Gerbang otomatis layaknya di pusat perbelanjaan kini berdiri di gang-gang sempit Gandaria Utara. Warga RT 11/RW 07, Jakarta Selatan, memasangnya di empat titik masuk kawasan mereka. Tujuannya jelas: mengamankan lingkungan dari aksi pencurian yang kerap mengintai.
Pantauan di lokasi pada Selasa (14/4/2026) memperlihatkan salah satu gerbang atau smart gate itu terpasang di Gang H Jeni I. Uniknya, perangkat ini tak butuh colokan listrik. Ia mengandalkan panel surya untuk sumber dayanya. Untuk mengoperasikannya, sistemnya sederhana, menggunakan kartu akses.
Hanya warga yang punya kartu lah yang bisa membukanya. Sebagai pengawas tambahan, sebuah CCTV dipasang tepat mengarah ke gerbang. Jadi, setiap aktivitas masuk-keluar terekam jelas.
Ketua RT setempat, Imam Basori (43), menjelaskan bahwa gerbang ini tidak terkunci sepanjang hari. “Gerbang hanya ditutup pukul 00.00 hingga 05.30 WIB,” ujarnya.
Menurutnya, rentang waktu larut itulah puncak kerawanan. Hanya pemegang kartu akses yang bisa lewat pada jam-jam tersebut.
Ide pemanfaatan teknologi ini ternyata datang dari Imam sendiri. Kekhawatiran warga akan maraknya pencurian kendaraan bermotor, ditambah lalu lintas kendaraan yang ramai di malam hari, mendorongnya untuk mencari solusi. Dia lantas mengajukan usul tersebut dalam pertemuan warga.
“Mungkin kita bisa melihat dari yang sudah dibuat di kantor-kantor maupun di kompleks rumah mewah,” katanya.
“Apa salahnya kalau seumpama kita terapkan di lingkungan yang gang-gang sempit seperti ini yang padat penduduk. Jadi, kita buat simpel tapi banyak manfaat dan juga ini ya,” imbuh Imam.
Kini, dengan gerbang otomatis bertenaga surya itu, warga bisa bernapas sedikit lebih lega. Sebuah langkah kecil yang mereka harap bisa membawa dampak besar bagi keamanan rumah mereka.
Artikel Terkait
Angin Kencang Diduga Jadi Pemicu Utama Blackout Listrik di Sumatera
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Pemerintah Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional, Genjot PLTS 100 GW
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 200 Jiwa Mengungsi