MURIANETWORK.COM - Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, menilai pernyataan viral seorang alumni beasiswa LPDP berinisial DS yang menyebut "cukup aku WNI, anak jangan" sebagai tindakan yang tidak etis dan tidak pantas. Pernyataan yang memicu polemik di media sosial itu dinilai dapat menyakiti perasaan publik dan merendahkan bangsa, terlebih mengingat DS merupakan penerima beasiswa yang dananya bersumber dari APBN.
Pernyataan Dinilai Tak Pantas dan Tak Berterima Kasih
Mekeng menekankan bahwa beasiswa LPDP merupakan program negara yang dibiayai oleh uang rakyat dari seluruh penjuru Indonesia. Oleh karena itu, penerimanya diharapkan memiliki rasa syukur dan tanggung jawab moral. Menurutnya, meski setiap orang memiliki hak untuk memilih kewarganegaraan, menyampaikan pilihan tersebut dengan cara yang merendahkan bangsa sendiri di ruang publik adalah sebuah kesalahan.
"Saya sih menyayangi ya kepada orang yang terima LPDP itu. Dapat beasiswa itu satu keberuntungan, dan itu kan uangnya kan dari negara. Iya kan? Dan negara itu kan dari rakyat juga. Jadi itu dari rakyat, dari mulai seluruh Indonesia dari Papua sampai Aceh sana masuk semua ke APBN dan ada program LPDP itu. Itu satu. Jadi mestinya ada rasa lah," tutur Mekeng.
Kekhawatiran atas Citra Bangsa yang Direndahkan
Politikus Fraksi Golkar itu menyoroti dampak psikologis dari pernyataan tersebut. Ia khawatir ungkapan DS menciptakan kesan seolah Indonesia adalah bangsa kelas bawah. Padahal, di mata Mekeng, Indonesia memiliki banyak kelebihan, budaya, dan warisan leluhur yang patut dibanggakan.
"Terus yang kedua, bahwa ada kata-kata dia 'udahlah yang jadi WNI saya aja, anak-anak nggak usah'. Itu juga kurang etis ya. Itu memang hak setiap orang untuk menentukan pilihannya menjadi warga negara, tapi tidak perlu diucapkan ke publik hal-hal yang demikian. Itu kan menyakiti, ya. Seolah-olah kita ini bangsa yang kelasnya ya di bawah itu," ujarnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa kebanggaan sebagai bangsa harus tetap dijaga. "Kita kan punya kebanggaan juga kepada bangsa kita. Dengan segala kelebihan dan kekurangan kan kita punya kebanggaan kan? Kita punya budaya, kita punya adat istiadat. Kita punya leluhur, kita harus jaga itu semua. Jadi juga jangan merendahkan bangsanya dengan membuat statement-statement yang menurut hemat saya itu tidak, tidak pantas lah," tegas Mekeng.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional