Indonesia dan AS Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif 32% Ditekan Jadi 19%

- Minggu, 22 Februari 2026 | 10:15 WIB
Indonesia dan AS Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif 32% Ditekan Jadi 19%

Di sisi lain, ada pula kesepakatan pembelian produk. Indonesia berkomitmen meningkatkan pembelian produk pertanian, energi, bahkan pesawat terbang dari Amerika. Tujuannya jelas, untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara yang selama ini kerap memicu gesekan.

Gambaran MoU bisnis antara Indonesia dan AS bisa dilihat dalam foto dokumentasi dari Kemenko Perekonomian.

Yang menarik, cakupan ART ini ternyata lebih luas dari sekadar urusan tarif. Pemerintah menegaskan, perjanjian ini diharapkan bisa jadi katalis untuk menarik investasi di sektor teknologi tinggi. ICT, alat kesehatan, dan farmasi adalah beberapa bidang yang diincar, tentu dengan dukungan kemudahan regulasi.

Kapan perjanjian ini mulai berlaku? Setidaknya butuh waktu 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan seluruh prosedur hukum dan ratifikasi di masing-masing negara. Dan ini bukan perjanjian yang kaku. Kedua pihak sepakat bahwa isinya bisa ditinjau ulang dan diubah di kemudian hari, tentu saja berdasarkan permohonan dan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.

Jadi, langkah besar sudah diambil. Tinggal menunggu eksekusi dan implementasinya di lapangan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar