Nah, di sinilah hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, meski kesenjangan GDP per kapita Indonesia-AS sangat lebar, justru WNI-lah yang paling banyak memutuskan untuk pulang kampung. Angkanya bahkan mengalahkan negara-negara yang warganya lebih memilih menetap di Amerika.
Lebih dari sekadar angka, penelitian tersebut mengungkap sesuatu yang lebih dalam. Selain paling banyak kembali, orang Indonesia juga menunjukkan tingkat kecintaan pada tanah air yang sangat tinggi. Mungkin yang tertinggi dibandingkan warga bangsa lain.
"Ini menunjukkan sesuatu yang fundamental tentang karakter kita," imbuh Nizam.
Jadi, di balik satu kasus viral yang memicu amarah, ada data yang justru bercerita sebaliknya. Mayoritas anak bangsa yang diberi kesempatan belajar ke luar negeri, ternyata memilih untuk pulang dan membangun Indonesia. Fakta itu, setidaknya, memberi sedikit pencerahan di tengah hiruk-pikuk yang terjadi.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api