Heboh di media sosial bermula dari seorang perempuan penerima beasiswa LPDP, berinisial DS. Ia memamerkan status anaknya sebagai warga negara Inggris dan menyatakan, "cukup saya WNI, anak jangan." Ungkapan itu langsung memicu gelombang kritik dan perdebatan panjang.
Di tengah riuhnya kontroversi, Prof. Nizam, mantan Plt Dirjen Dikti Kemendikbud, angkat bicara. Ia mengajak publik melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, kesempatan menimba ilmu di luar negeri adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri.
Nizam lalu merujuk pada sebuah penelitian menarik dari Amerika Serikat. Riset itu mengamati perilaku mahasiswa asing yang belajar di sana, termasuk dari Indonesia. Tujuannya sederhana: mencari tahu berapa banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk tidak pulang ke negara asal.
"Penelitian itu juga mengaitkannya dengan perbedaan GDP negara asal dengan AS," kata Prof Nizam, Minggu (22/2/2026).
Logikanya, kata dia, mahasiswa yang tidak kembali seringkali termotivasi oleh peluang ekonomi yang lebih baik atau ingin keluar dari kemiskinan di tanah kelahirannya.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api