Pandu menambahkan, banyak dari mereka yang sudah berpikir untuk menjadikan Danantara sebagai mitra strategis. "Jadi, keinginan mereka untuk berinvestasi di sini bisa melalui kemitraan, dengan Danantara sebagai salah satu calon mitranya," ujarnya.
Pertemuan ini sendiri bukan sekadar jamuan biasa. Kedua belas tamu itu adalah CEO dan Presiden dari perusahaan investasi papan atas dunia. Bayangkan saja, total aset yang mereka kelola mencapai angka fantastis: sekitar 16 triliun dolar AS, atau setara Rp270 kuadriliun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional dan langkah konkret memperkuat iklim investasi. Setelah sesi presentasi, dialog berlanjut secara one-on-one untuk membahas peluang kerja sama lebih jauh.
Presiden tak sendirian. Ia didampingi sejumlah menteri dan pejabat kunci, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, hingga Ketua Kadin Anindya Bakrie. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah menjalin kemitraan ini, bukan sekadar kunjungan seremonial belaka.
Artikel Terkait
Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Rumahnya, Bekasi
Vance Tegaskan Lebanon Tak Termasuk dalam Gencatan Senjata dengan Iran
KPK Dalami Modus Nominee dan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Terpidana Pencabulan Anak yang Buron Setahun Ditangkap di Tegal