"Korban laki-laki selama ini dari hasil pemeriksaan tidak ada," tambah Bayu. Pemeriksaan intensif sudah dilakukan baik terhadap tersangka maupun para siswi.
Cerita ini mulai terbuka berawal dari laporan seorang kepala dusun setempat, Zulfan. Ia mengaku dihubungi langsung oleh kepala sekolah pada Kamis pagi, 5 Februari lalu. Isinya tentang kabar buruk pencabulan yang menimpa murid-muridnya.
Tanpa buang waktu, Zulfan langsung menuju lokasi. Di areal itu, ternyata ada tiga SD yang letaknya berdekatan. Saat tiba, suasana sudah ramai oleh guru dan warga yang berkumpul, suasana tegang jelas terasa.
Rupanya, semua ini terungkap setelah salah satu korban akhirnya berani bercerita. Dari satu pengakuan itu, terbongkarlah rentetan kejadian mengerikan yang dialami puluhan anak lainnya.
Artikel Terkait
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta