Andre Rosiade, dari sisi legislatif, memberikan penekanan pada aspek keamanan dan legitimasi produk. Ia mengungkapkan bahwa sepablock telah dilengkapi dengan sertifikasi resmi dari Kementerian PUPR, dengan klaim ketahanan terhadap api dan guncangan gempa. Kombinasi faktor ini, menurutnya, menjadikan sepablock sebagai sebuah solusi konstruksi modern yang layak dipertimbangkan secara nasional.
Lebih lanjut, Andre Rosiade membeberkan skala penerapan yang sudah konkret. “Saat ini sudah ada komitmen pembangunan sekitar 4.800 unit rumah menggunakan sepablock untuk berbagai proyek huntap pascabencana di Sumbar,” jelasnya. Angka ini menunjukkan kepercayaan praktisi dan pemerintah daerah terhadap inovasi tersebut.
Akselerasi Pembangunan dengan Jaminan Kualitas
Melalui pendekatan dari berbagai pemangku kepentingan mulai dari legislator, badan pengelola BUMN, hingga pelaksana di lapangan penggunaan sepablock diharapkan dapat menjawab tantangan mendesak pascabencana. Inovasi material konstruksi lokal ini dipandang bukan sekadar sebagai alternatif, tetapi sebagai pilihan strategis yang mampu mempercepat tersedianya hunian layak bagi masyarakat terdampak, tanpa perlu mengorbankan standar kualitas dan keamanan yang menjadi prinsip utama dalam setiap proses rekonstruksi.
Artikel Terkait
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets