MURIANETWORK.COM - Sebuah konflik antarkelompok nelayan di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, berujung pada aksi pembakaran 11 perahu dan melukai dua orang. Insiden yang melibatkan warga Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan, dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan ini terjadi pada Kamis (5/2/2026), memicu respons aparat keamanan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi aset nelayan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Kronologi Kerusakan dan Korban
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, mengonfirmasi total kerusakan yang terjadi. Sebagian besar perahu yang menjadi sasaran amuk massa mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
"Ada 10 perahu di sini (Pelabuhan Pasuruan), satu di Kisik," ujarnya.
Dari penjelasan yang diberikan, sepuluh perahu yang hangus di pelabuhan merupakan milik nelayan Dusun Kisik dengan kondisi rusak ringan hingga sedang. Sementara satu unit perahu lainnya yang dibakar di wilayah Dusun Kisik justru berasal dari nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, yang kondisinya masih dalam penyelidikan.
Upaya Pengamanan dan Evakuasi
Pasca insiden, suasana di lokasi masih tegang. Aparat gabungan turun langsung untuk memastikan keamanan dan memfasilitasi proses evakuasi. Mereka memberikan pengawalan ketat kepada warga Desa Kalirejo yang hendak mengambil perahu-perahu mereka yang tidak terbakar dari pelabuhan. Langkah ini dinilai krusial untuk meredam potensi gesekan baru.
Artikel Terkait
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran