“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang HAM,” lanjutnya dengan nada tegas.
Pigai kemudian berbicara lebih luas tentang perubahan paradigma. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kekuasaan menurutnya tidak lagi berpusat di kalangan elite. Ada pergeseran yang ia nilai signifikan.
“Selama ini sudah 80 tahun, sering kali takhta dikaitkan dengan orang berkuasa, orang-orang elite. Harta dikaitkan dengan orang-orang elite. Hari ini, Prabowo menentukan takhta untuk rakyat dan harta untuk rakyat,” ucap Pigai.
Di sisi lain, Pigai mengaku paham betul esensi demokrasi yang menjunjung kebebasan bersuara. Hanya saja, ia memberi catatan. Kritik, seharusnya, bersifat membangun untuk menyempurnakan sistem. Bukan malah berupaya menghapus program-program yang sudah langsung menyentuh dan meringankan beban hidup warga kecil. Itu garis batasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Kritik Balasan Foto AI di Aplikasi JAKI, Desak Sanksi Tegas
Harga Sembako Masih Fluktuatif Pasca-Lebaran, Daya Beli Belum Pulih
Di Gregorio Jadi Pahlawan, Juventus Kalahkan Genoa dan Dekati Zona Liga Champions
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal