SK Hynix dan Samsung Diproyeksi Raup Laba Triliunan Won di Kuartal I 2026 Didorong Boom AI

- Selasa, 07 April 2026 | 08:30 WIB
SK Hynix dan Samsung Diproyeksi Raup Laba Triliunan Won di Kuartal I 2026 Didorong Boom AI

Bagi industri semikonduktor Korea Selatan, awal tahun 2026 tampaknya membawa angin segar. Prediksi terbaru menunjukkan, raksasa chip SK Hynix bakal membukukan laba operasi yang fantastis di kuartal pertama: sekitar 31,6 triliun won. Kalau dirupiahkan, angkanya mencapai Rp360 triliun. Cukup gila, bukan?

Angka itu bukan datang dari sembarang tempat. Survei FnGuide menyebut, pendapatan perusahaan di triwulan tersebut diproyeksikan mencapai 46,6 triliun won. Laporan ini muncul di tengah euforia kecerdasan buatan atau AI yang sedang melanda dunia teknologi. Boom AI ini rupanya jadi berkah tersendiri bagi para pemain chip di Negeri Ginseng.

Namun begitu, SK Hynix bukan satu-satunya yang bersinar. Kompetitor besarnya, Samsung Electronics, juga diprediksi menikmati keuntungan besar. Raksasa yang merambah dari smartphone hingga peralatan rumah tangga itu diperkirakan meraup laba operasi 38,1 triliun won, dengan pendapatan sementara sekitar 117 triliun won.

Samsung rencananya akan mengumumkan laporan pendapatan awal pada Selasa besok. Yang menarik, laporan gabungan mereka nanti akan mencakup semua bisnis, tapi segmen semikonduktor diduga menjadi motor utama pertumbuhan kali ini.

Berbeda dengan Samsung, SK Hynix tak memberikan laporan awal. Jadi, angka pendapatan yang beredar hanya murni berasal dari bisnis semikonduktor mereka. Perbandingan dengan tahun lalu pun terlihat sangat tajam. Laba SK Hynix diprediksi melonjak lebih dari empat kali lipat. Sedangkan profit Samsung? Bahkan lebih gila lagi, naik sekitar enam kali lipat.

Lalu, apa sih penyebabnya? Ternyata, kenaikan harga chip memori jadi faktor kunci. Kekurangan pasokan yang awalnya hanya di DRAM, kini sudah merambah ke flash NAND. Situasi ini jelas menguntungkan para produsen.

Di sisi lain, permintaan juga ikut mendorong. Penyedia layanan cloud di Amerika Utara diketahui gencar menambah belanja modal untuk ekspansi pusat data mereka. Chip berkinerja tinggi seperti HBM langsung diserap oleh pelanggan yang membangun pusat data AI. Ke depan, teknologi baru seperti robotika cerdas diperkirakan akan semakin menyulut permintaan.

Jadi, momentum ini tampaknya masih akan berlanjut. Para raksasa chip Korea itu sepertinya masih akan terus bersinar di tengah hiruk-pikuk revolusi AI.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar