Harga Sembako Masih Fluktuatif Pasca-Lebaran, Daya Beli Belum Pulih

- Selasa, 07 April 2026 | 08:45 WIB
Harga Sembako Masih Fluktuatif Pasca-Lebaran, Daya Beli Belum Pulih

Usai hiruk-pikuk libur Lebaran, suasana pasar tradisional belum sepenuhnya tenang. Harga berbagai kebutuhan pokok masih bergerak naik turun, membuat para pembeli harus lebih jeli. Di Pasar Karangayu, Semarang, Jawa Tengah, situasinya cukup menggambarkan kondisi ini.

Beberapa komoditas justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Minyak goreng, gula pasir, bahkan plastik kemasan, harganya merangkak naik. Menurut pedagang di sana, kondisi ini sudah berlangsung sejak periode Lebaran lalu.

Suwarni, salah satu pedagang, memberikan gambaran yang lebih jelas. Ia menyebut harga minyak goreng curah dari agen sekarang mencapai Rp21 ribu per liter.

"Sebelumnya cuma Rp17-18 ribu per liter. Gula pasir juga naik, dari Rp16 ribu sekarang jadi Rp17 ribu lebih per kilogram. Sejak mau Lebaran kemarin, semuanya sudah pada naik," tuturnya, seperti dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Senin (6/4/2026).

Tak cuma itu, cabai rawit merah juga ikut-ikutan melambung. Harganya menyentuh Rp70 ribu per kg, jauh dari angka Rp55 ribu sebelumnya. Namun begitu, ada juga kabar baik. Harga ayam justru terpantau turun, berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

Meski harganya melonjak, Suwarni menyatakan stok dari distributor sebenarnya masih aman. Tapi, harapannya sih, situasi bisa cepat normal kembali. Khususnya untuk harga minyak goreng yang sangat dibutuhkan sehari-hari.

Cerita Serupa dari Medan

Kondisi serupa ternyata terjadi jauh di Sumatera. Di Pasar Tradisional Inpres Medan, harga bahan pokok juga tak kalah fluktuatif. Ayam potong, contohnya, dijual Rp40 ribu per kg. Angka ini naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp38 ribu.

Sementara itu, ayam kampung bertahan di level tinggi, yakni Rp80 ribu per kg. Kenaikan ini diduga kuat dipengaruhi oleh membengkaknya biaya distribusi dan pasokan dari distributor yang terbatas.

Tapi, tidak semua harganya naik. Komoditas cabai justru menunjukkan tren sebaliknya. Harga cabai merah sekarang Rp22 ribu per kg dan cabai rawit Rp30 ribu per kg. Angka ini sudah lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, bawang merah malah melonjak naik. Dari Rp35 ribu, kini menjadi Rp40 ribu per kilogram. Berbeda dengan bawang putih dan tomat yang harganya relatif stabil, masing-masing di angka Rp35 ribu dan Rp12 ribu per kg.

Untuk minyak goreng, harga MinyaKita di pasar ini masih stabil di Rp18.500 per liter. Minyak curah juga bertahan di Rp21 ribu per liter. Menurut para pedagang, harga ini masih terpantau stabil. Meski begitu, daya beli masyarakat dirasakan belum pulih sepenuhnya pasca-lebaran.

Dampaknya jelas. Kenaikan harga beberapa barang pokok ini memaksa masyarakat menyesuaikan diri. Tidak sedikit yang akhirnya mengurangi jumlah belanjaan.

Para pedagang sendiri memastikan ketersediaan barang di pasar masih aman dan mencukupi. Harapan mereka, di tengah situasi harga yang belum stabil ini, daya beli masyarakat perlahan bisa kembali menguat. Agar roda perekonomian di tingkat pasar tradisional bisa berdenyut lebih kencang lagi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar