Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal

- Selasa, 07 April 2026 | 08:25 WIB
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal
Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan Beredar dari Internal Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibuat bingung oleh isu yang justru muncul dari dalam rumahnya sendiri. Kabar yang beredar menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya cukup untuk dua pekan lagi. Padahal, menurutnya, kondisi keuangan negara sama sekali tidak separah itu.

Isu miring ini terungkap saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026) lalu. Rapat yang sebenarnya membahas kinerja penerimaan negara triwulan I-2026 itu justru diwarnai pengakuan mengejutkan dari sang menteri.

"Kalau APBN nggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun?" tanya Purbaya di Gedung DPR, Senayan.

Lalu ia melanjutkan dengan nada kesal, "Karena ada orang bilang uang saya tinggal 2 minggu saja sudah habis. Bahkan bukan dari luar, tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya. Jadi saya agak bingung."

Menurut penuturannya, kabar itu menyebar di tengah situasi krisis minyak global yang memang sedang memanas. Lonjakan harga komoditas energi itu rupanya memicu kecemasan, bahkan di kalangan internal.

Namun begitu, Purbaya menegaskan bahwa timnya sudah jauh-jauh hari menyiapkan skenario. Mereka tak hanya berdiam diri.

"Tapi gini," ujarnya mencoba menjelaskan, "Begitu harga minyak naik ke level tinggi, kami di kementerian langsung exercise. Kami hitung untuk masing-masing harga: kalau sampai 80 dolar per barel kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa. Dan mitigasinya seperti apa."

Jadi, klaim bahwa kas negara nyaris habis tampaknya lebih sebagai desas-desus yang tidak berdasar. Purbaya jelas-jelas membantahnya, sambil menyisipkan kekecewaan bahwa justru anak buahnyalah yang menjadi sumber kebocoran informasi yang menyesatkan itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar