Penegasan ini sekaligus menepis anggapan adanya ketidakaturan dalam proses pengangkatan tersebut. Cucun juga menyatakan bahwa pelantikan Sahroni telah mengikuti semua ketentuan dan putusan yang berlaku dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Latar Belakang Kontroversi
Kembalinya Ahmad Sahroni ke posisi strategis di Komisi III yang membidangi hukum dan hak asasi manusia tidak lepas dari catatan kontroversinya di masa lalu. Publik masih mengingat sejumlah pernyataan keras yang pernah dilontarkannya.
Salah satu yang paling mencolok adalah ketika ia menyebut pihak-pihak yang mendesak pembubaran DPR sebagai "orang-orang paling tolol di dunia". Pernyataan itu viral luas dan menuai kecaman, terutama karena diucapkan di tengah gelombang kritik dan tuntutan reformasi terhadap lembaga perwakilan rakyat tersebut.
Dinamika politik seperti ini kerap menjadi perhatian pengamat, yang melihatnya sebagai bagian dari kompleksitas hubungan antara akuntabilitas publik, mekanisme internal partai, dan tuntutan kinerja legislatif. Kembalinya seorang figur yang pernah dinonaktifkan tentu membawa ekspektasi tersendiri terhadap kontribusi dan perilaku politiknya ke depan.
Artikel Terkait
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional
Anggota PAN Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harga Minyak Dunia Turun