Di sisi lain, soal ketersediaan stok sebenarnya cukup menggembirakan. Menurut Sri Broto Rini, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, provinsi ini sedang mengalami surplus pangan, terutama beras. Namun begitu, ia mengakui ada tekanan permintaan yang lumayan tinggi menyambut bulan suci Ramadan.
"Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,"
kata Rini meyakinkan.
Meski stok aman, kenaikan harga di tingkat konsumen memang terjadi belakangan ini. Cabai jadi sorotan utama, dengan harga rata-rata di Jateng menyentuh Rp 80 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti daging ayam dan sapi juga mulai merangkak naik, meski untuk saat ini masih di bawah batas HAP.
Nah, soal lonjakan harga cabai ini, Rini punya analisis menarik. Ternyata, permintaan dari luar daerah, khususnya Jakarta, turut mendorong kenaikan. Harga cabai di Ibu Kota kabarnya sudah menembus Rp 100 ribu per kilogram. Wajar saja kalau banyak supplier dan pedagang lebih memilih mengirim barang ke sana.
"Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,"
ujarnya.
Menghadapi situasi ini, Pemprov Jateng sudah bergerak. Sejumlah intervensi pasar dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan subsidi harga di tingkat konsumen, sebuah langkah yang diharapkan bisa meredam gejolak dan meringankan beban warga.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan