Suasana pasar yang ramai itu disambangi oleh Ahmad Luthfi. Ia menyapa pedagang satu per satu, mengobrol santai sambil mengecek harga berbagai kebutuhan pokok. Hasilnya? Secara umum, situasi harga di pasar itu terpantau stabil. Tidak ada gejolak yang berarti.
Tapi, bukan berarti semuanya mulus. Ada beberapa titik yang perlu diperhatikan. Harga cabai rawit merah dan bawang merah, misalnya, melonjak dan sudah menembus batas harga acuan pembelian. Kenaikan ini cukup mengkhawatirkan, mengingat kedua komoditas itu termasuk yang paling dicari.
Merespons temuan di lapangan, Luthfi tak menunggu lama. Ia langsung memberi perintah kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera meluncurkan operasi pasar. Tujuannya jelas: menekan harga barang-barang yang meroket tadi.
"Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,"
demikian pesannya dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (20/2/2026).
Langkah lain yang akan diambil adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, rencananya akan ada 308 kali gelaran GPM yang dijalankan. Ini upaya konkret untuk menjaga stok, menstabilkan harga, dan memastikan bahan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Kegiatan tersebut akan diselenggarakan sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/kota,"
tambahnya menjelaskan.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan