KTT yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump tersebut berlangsung selama sekitar tiga jam, membahas berbagai rencana pemulihan dan pembangunan kembali Gaza.
Skala Misi dan Negara Kontributor Lainnya
Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata AS, memaparkan skala besar operasi yang direncanakan. Proyeksi ke depan, pasukan ISF akan terdiri dari sekitar 20.000 tentara dan 12.000 polisi. Wilayah pertama yang akan menjadi tujuan operasi adalah Rafah, kota di selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir.
Indonesia tidak sendirian dalam misi kemanusiaan ini. Sejumlah negara lain juga telah menyatakan kesediaan untuk berkontribusi mengirimkan personel militernya, di antaranya Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo. Selain itu, Mesir dan Maroko disebutkan akan turut serta dengan mengerahkan polisi untuk memberikan pelatihan kepada kepolisian di Gaza.
Pengumuman ini menandai babak baru dalam keterlibatan Indonesia di panggung diplomasi dan perdamaian global, dengan menugaskan personel militer dalam jumlah besar untuk operasi di luar negeri.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan