"Prinsip kita ingin agar Kota (Kabupaten) Tamiang ini, pusat pemerintahan di kawasan Tamiang ini, betul-betul bisa bersih. Dan semuanya bisa normal kembali,"
Tambahnnya lagi. Soal kinerja para praja, Tito mengaku puas. Baik gelombang pertama maupun kedua, mereka dianggap bekerja dengan baik. Lumpur yang awalnya menggunung di lokasi terdampak, berangsur hilang.
"Saya pribadi puas, kenapa? Karena pada waktu saya datang pertama dan kedua kali, kantor bupati semuanya [dipenuhi] lumpur tidak bisa bekerja sama sekali,"
jelasnya.
Selain meninjau, dalam kunjungan itu Tito juga sempat berbincang langsung dengan para praja dan warga setempat. Ia mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka. Salah satu yang mengemuka adalah soal ketersediaan air bersih fasilitas dasar yang masih perlu diperhatikan pascabencana.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Semen Padang 2-0 Berkat Dua Gol Ramon Tanque
Dua Tukang Parkir Ditangkap Usai Aniaya Marbot 90 Tahun di Bandar Lampung
Fenjiu, dari Kemenangan di San Francisco 1915 hingga Apresiasi Global Masa Kini
Forum Outlook Indonesia Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional 2026