⭕️ Pernyataan Pers
Hamas, Gerakan Perlawanan Islam, kembali menegaskan komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata. Namun begitu, di lapangan, situasinya jauh berbeda. Israel yang disebut sebagai "pendudukan" dalam pernyataan ini terus-menerus melanggar butir-butir perjanjian. Pelanggaran itu terjadi hampir setiap hari, dan dianggap sebagai upaya untuk menggagalkan kerja Komite Nasional Gaza. Padahal, kesepakatan itu sudah diumumkan dan bahkan ada jaminan dari Amerika Serikat.
Kini, gencatan senjata sudah berjalan lima bulan. Apa yang terjadi? Korban jiwa terus berjatuhan. Menurut catatan mereka, sekitar 484 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel. Yang terluka mencapai 1.297 orang. Ironisnya, tidak ada tekanan berarti yang bisa menghentikan rangkaian kekerasan ini. Kejahatan itu berlanjut begitu saja.
Di sisi lain, perhatian dunia seolah teralihkan. Peserta Forum Davos, misalnya, didesak untuk tidak salah fokus. Alih-alih mengancam pihak Palestina yang justru patuh pada kesepakatan, seharusnya mereka menyoroti tindakan kriminal Israel di Jalur Gaza. Tindakan-tindakan itulah yang merusak upaya internasional. Tujuannya sebenarnya mulia: mengukuhkan gencatan senjata, membuka perbatasan, menarik pasukan pendudukan, dan memulai rekonstruksi. Tapi semua itu terhambat.
Maka, seruan pun dilayangkan. Hamas meminta "Dewan Perdamaian" untuk bertanggung jawab. Mereka harus menghentikan pelanggaran Israel dan memaksanya memenuhi kewajiban. Poinnya jelas: izinkan bantuan dan pasokan perumahan masuk, dukung upaya bantuan dan rekonstruksi, serta lindungi rakyat kami.
Ini mendesak. Bencana kemanusiaan di Gaza kian parah, apalagi dengan cuaca dingin ekstrem yang sedang melanda. Rakyat di sana benar-benar terjepit.
Gerakan Perlawanan Islam – Hamas
22 Januari 2026
Artikel Terkait
Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN RSUD Syekh Yusuf Gowa Divonis Bebas
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, BULOG Catat Rekor Sejarah Pasokan Dalam Negeri
Napi Pembunuh Siswa SMK 4 Semarang Positif Narkoba, Dipindahkan ke Nusakambangan
PERHEPI Sulsel Apresiasi Capaian Kementan: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton