SEMARANG Robig Zaenudin, narapidana kasus pembunuhan siswa SMK Negeri 4 Semarang, akhirnya dipindahkan. Kini ia menghuni Lapas Gladakan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Bukan tanpa alasan. Pria yang pernah jadi anggota satuan narkoba Polrestabes Semarang ini diduga terlibat peredaran narkoba dari dalam penjara.
Sebelumnya, Robig menjalani hukuman di Lapas Kelas I Kedungpane Semarang. Tapi belakangan, indikasi pelanggaran serius muncul. Pemindahan pun dilakukan dengan pengawalan super ketat. Bayangkan, dari hasil pemeriksaan Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah, ia dinyatakan positif pakai narkotika. Temuan ini didapat dari tes urine dan penggeledahan di dalam sel.
Tak cuma sebagai pemakai, Robig juga disinyalir punya peran dalam jaringan peredaran narkoba skala besar dari balik jeruji. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, angkat bicara. Menurutnya, hasil pemeriksaan memang mengarah ke indikasi penggunaan narkotika.
"Untuk Robig bukan anggota Polri lagi, per tanggal 18 Februari 2026 sudah di PTDH, selanjutnya yang bersangkutan sudah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan," ujar Kombes Artanto, Jumat (24/4/2026).
Namun begitu, ada versi lain. Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Ahmad Tohari, justru membantah. Ia bilang tidak ada temuan narkoba atau hasil positif di dalam lapasnya.
"Memang di awal itu banyak masukan dari masyarakat terkait dugaan Robig kendalikan narkoba dari luar. Setelah kami lakukan penggeledahan, hasilnya nihil. Di kamarnya juga tidak ditemukan barang terlarang. Bahkan tes urine juga negatif," ucapnya.
Di sisi lain, mantan kuasa hukum korban penembakan, Zainal Abidin Petir, mengaku sudah lama mencium gelagat aneh Robig. Ia mendesak aparat untuk segera membongkar jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam lapas.
"Terkait Robig yang sekarang terseret kasus narkoba 5 kilogram di Lapas, dugaan saya sudah benar. Sejak penembakan 3 anak SMK Negeri 4, saya sudah menduga Robig dalam keadaan tidak normal. Dari dulu saya yakin dia sedang pakai narkoba," kata Zainal.
Kasus ini mencuat setelah laporan masuk soal dugaan Robig jadi bagian jaringan pengedar narkoba dari balik jeruji. Sampai sekarang, Polda Jateng lewat Ditresnarkoba masih menyelidiki. Siapa saja yang terlibat, dan seberapa luas jaringannya semua masih gelap. Tapi publik mulai bertanya-tanya: seaman apa sih penjara kita?
Artikel Terkait
Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN RSUD Syekh Yusuf Gowa Divonis Bebas
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, BULOG Catat Rekor Sejarah Pasokan Dalam Negeri
PERHEPI Sulsel Apresiasi Capaian Kementan: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton
Pemerintah Realokasi 58% Dana Desa untuk Koperasi, Proyek Infrastruktur di Sejumlah Desa Tertunda