Bennett menegaskan kembali pembantahan orang tuanya dan menyoroti ketiadaan bukti. "Mereka secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Kami tidak melihat bukti apa pun untuk mendukung tuduhan spionase," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keluarga merasa sangat khawatir dengan kondisi fisik dan mental Craig serta Lindsay. Kekhawatiran itu semakin menjadi karena, menurutnya, proses peradilan yang dilalui orang tuanya sama sekali tidak transparan.
Klaim Otoritas Iran dan Kecaman Inggris
Sementara keluarga menyuarakan protes, otoritas Iran memiliki narasi yang berbeda. Tahun lalu, juru bicara otoritas kehakiman Iran, Asghar Jahangir, telah memberikan pernyataan yang mengarah pada motif terselubung pasangan Inggris itu. Ia menuduh Craig dan Lindsay Foreman memasuki Iran "dengan menyamar sebagai turis" untuk tujuan mengumpulkan informasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pemerintah Iran mengenai vonis yang telah dijatuhkan. Namun, reaksi keras datang dari London. Pemerintah Inggris secara terbuka telah mengecam keputusan pengadilan di Teheran itu, menambah ketegangan diplomatik yang telah lama menyelimuti hubungan kedua negara. Kasus ini kembali menyoroti kompleksitas dan risiko yang dapat dihadapi warga asing di tengah dinamika politik internasional yang sedang berlangsung.
Artikel Terkait
KPK Periksa Istri Bupati Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Proyek Rp 91 Miliar
Dua Warga NTT Diamankan Usai Curi Komodo untuk Dikirim ke Thailand
Driver Taksi Online Positif Sabu Jadi Tersangka Pelecehan Seksual di Jakarta
Pengemudi Taksi Online Ditangkap Usai Pelecehan dan Cekik Penumpang Perempuan