Kemacetan panjang sempat terjadi di ruas Tol JORR arah barat, tepatnya di kilometer 30, Selasa sore kemarin. Penyebabnya? Tujuh kendaraan terlibat dalam sebuah kecelakaan beruntun yang cukup parah. Menurut keterangan polisi, rangkaian tabrakan ini bermula dari sebuah truk yang mengalami rem blong saat melaju di lajur kedua.
AKBP Rieki Indra dari Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya memaparkan kronologinya. Saat itu arus lalu lintas terbilang lancar.
"Kendaraan ketujuh, yaitu sebuah truk, mengalami rem blong. Truk itu kemudian menabrak kendaraan di depannya, sebuah Granmax, yang ada di lajur yang sama," jelas Rieki, Selasa (10/3/2026).
Tabrakan awal itu memicu reaksi berantai. Granmax yang ditabrak dari belakang langsung hilang kendali. Mobil itu kemudian menyerempet sebuah Toyota Innova sebelum akhirnya membentur truk lain yang ada di depannya.
Namun begitu, kejadian belum berakhir. Truk pertama yang remnya blong tadi ternyata masih meluncur tak terkendali. Kendaraan besar itu berpindah ke lajur pertama dan menabrak dua kendaraan lagi: sebuah Honda BRV dan sebuah truk boks yang ada di paling depan. Suasana pun langsung kacau.
Evakuasi korban dan kendaraan akhirnya bisa diselesaikan petugas. Dari pantauan di lapangan, polisi menduga ada dua faktor pemicu utama. Selain masalah rem blong pada truk, juga ada indikasi pengemudi tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.44 WIB. Tujuh kendaraan yang terlibat terdiri dari beragam jenis: truk wing box, Honda BRV, dua unit truk diesel, Toyota Innova, Granmax, dan sebuah Truk Fuso. Kerusakan yang dialami kebanyakan parah.
Dampaknya, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Meski dikategorikan ringan, keduanya tetap harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kasubdit Gakkum Ditlantas, AKBP Ojo Ruslani, memberikan konfirmasi terpisah.
"Korban luka dua orang, kondisinya ringan. Mereka sekarang di RS Pasar Rebo. Untuk kerugian materi, yang paling parah adalah mobil BRV dan Granmax. Keduanya ringsek," ungkap Ojo.
Pemandangan di lokasi kejadian sore itu pastilah memilukan. Reruntuhan besi dan kaca berserakan di aspal, mengganggu lalu lintas yang biasanya lancar di tol lingkar luar Jakarta. Sebuah pengingat keras betapa krusialnya pemeriksaan kendaraan dan kewaspadaan di jalan raya.
Artikel Terkait
Perempuan sebagai Pusat Cerita, Enam Film Indonesia Angkat Realitas dan Perjuangan Hidup
Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Jogja, Dugaan Penganiayaan Anak Terungkap
Jaksa Korsel Tuntut Tambahan 30 Tahun Penjara untuk Mantan Presiden Yoon atas Kasus Drone ke Korea Utara
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Tuding Terkait Israel