Gus Ipul menekankan, agar tidak ada kesalahan, proses pendampingan dan asistensi akan dilakukan secara masif. Mereka akan berkolaborasi dengan Pemda, pihak penyalur, serta elemen masyarakat seperti Tagana, pendamping PKH, dan Karang Taruna.
“Bersama mereka, kami melakukan verifikasi data, monitoring, dan pelaporan,”
tuturnya.
Hingga laporan ini dibuat, progress-nya sudah menunjukkan titik terang. Dari 53 kabupaten/kota di Sumatera yang terdampak, 29 di antaranya dinyatakan tervalidasi oleh Kemendagri dan siap menerima bantuan. Soal anggaran, Gus Ipul menyebut total kebutuhan untuk semua jenis bansos ini diperkirakan melampaui Rp2 triliun.
“Sebanyak Rp600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO khusus dan Direktif Presiden,”
pungkasnya.
Terlihat jelas, upaya pemulihan pascabencana kali ini digarap dengan skema yang terintegrasi. Mulai dari bantuan langsung untuk bertahan hidup, hingga program jangka panjang untuk menggerakkan kembali roda ekonomi warga yang terdampak.
Artikel Terkait
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran