Menggendong si kecil memang punya daya magis tersendiri. Rasanya menenangkan, bukan cuma buat anak, tapi juga buat kita, orang tuanya. Momen itu jadi ajang bonding yang efektif, apalagi saat dia masih bayi. Inginnya selalu dekat, memastikan dia aman dan nyaman dalam pelukan.
Tapi di sisi lain, tumbuh kembang anak juga butuh stimulasi yang tepat. Mereka perlu ruang. Ruang untuk bergerak bebas, meraba, merangkak, hingga akhirnya mencoba berdiri dan melangkah. Kalau terus-terusan digendong, ada konsekuensi yang bisa dialami si buah hati.
Lalu, Apa Dampaknya Kalau Terlalu Sering Digendong?
Menurut penjelasan dr. Herbowo Agung, Sp.A(K), dokter spesialis anak, kebiasaan ini berpotensi membuat anak kurang mendapat stimulasi sensorik dan motorik.
“Anak jadi takut mencoba karena sensorinya kurang terlatih. Motoriknya pun bisa kurang optimal,”
Begitu kira-kira penjelasannya suatu waktu.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Tewaskan 4 Jiwa dan Hanguskan 19 Bangunan
BKKBN Jatim Gelar Rakorda, Soroti Capaian Penurunan Stunting dan TFR
KPK Dalami Dugaan Suap Importasi Tembakau Melibatkan Pengusaha Haji Her
Kejati DKI Geledah Ruang Pejabat Kementerian PU untuk Usut Dugaan Korupsi