Bamsoet: BUMN Perlu Perkuat Competitive Intelligence untuk Jaga Reputasi

- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:30 WIB
Bamsoet: BUMN Perlu Perkuat Competitive Intelligence untuk Jaga Reputasi

MURIANETWORK.COM - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan pentingnya penguatan competitive intelligence sebagai agenda kunci dalam transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pernyataan ini disampaikannya dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia Y.A.I., Rabu (18/2), menanggapi sorotan publik terhadap tata kelola dan reputasi BUMN yang dinilai krusial bagi keberlanjutan bisnis dan legitimasi sosialnya.

Reputasi BUMN sebagai Cermin Kepercayaan Publik

Di tengah dinamika informasi digital yang kian deras, Bamsoet melihat reputasi BUMN bukan sekadar persoalan citra, melainkan fondasi kepercayaan. Krisis reputasi, menurutnya, dapat berimbas luas mulai dari kepercayaan investor hingga stabilitas pasar. Ia menggarisbawahi bahwa BUMN, sebagai pengelola aset negara, harus memiliki sistem yang mampu membaca sentimen publik secara cepat dan akurat.

"Reputasi BUMN adalah cermin kepercayaan rakyat terhadap negara. Ketika reputasi terganggu, dampaknya bisa meluas pada kepercayaan investor, stabilitas pasar, hingga legitimasi sosial perusahaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

"Karena itu, BUMN harus memiliki sistem competitive intelligence yang mampu membaca sentimen publik secara cepat dan akurat," sambung Bamsoet.

Belajar dari Kasus dan Tantangan Nyata

Mantan Ketua DPR RI itu lantas mengajukan contoh konkret. Ia menyoroti kasus dugaan korupsi di sektor hilir migas yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 285 triliun. Kasus tersebut, di ruang digital, memicu gelombang kritik yang tajam dan memperlihatkan betapa krisis tata kelola langsung menggerus persepsi publik terhadap korporasi pelat merah.

"Kasus-kasus besar yang muncul harus menjadi peringatan keras. Jangan menunggu krisis membesar baru bergerak," tegasnya.

"Dengan competitive intelligence, perusahaan bisa mendeteksi potensi isu sejak dini, memahami pola pemberitaan, serta menyiapkan respons berbasis data sebelum opini publik terbentuk liar," lanjut politisi Golkar tersebut.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar