MURIANETWORK.COM - Sebanyak 70 ekor sapi disalurkan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 kepada warga Aceh yang terdampak bencana. Bantuan ini bertujuan agar masyarakat setempat tetap dapat menjalankan tradisi meugang, sebuah budaya penting menyambut Ramadan, meski dalam kondisi sulit. Penyerahan simbolis dilakukan di Gampong Blang, Langsa Kota, sebelum hewan kurban tersebut didistribusikan ke sejumlah desa terdampak.
Menjaga Tradisi di Tengah Ujian
Di Aceh, tradisi meugang bukan sekadar acara makan bersama. Ia adalah warisan budaya yang mengakar kuat, dilaksanakan setiap kali menyambut bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kehadiran daging sapi atau kerbau di hari meugang memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat. Inisiatif mahasiswa STIK ini muncul dari pemahaman akan pentingnya tradisi tersebut, terutama bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan diri dari musibah.
Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan di kampus. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara di Aceh di bulan yang penuh berkah ini.
Logika dan Rasa dalam Pengabdian Masyarakat
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para calon perwira polisi. Mereka tidak hanya mengumpulkan dan menyerahkan bantuan, tetapi juga turun langsung memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Pendekatan lapangan ini dirancang untuk melatih kepekaan sosial mereka.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Semen Padang 2-0 Berkat Dua Gol Ramon Tanque
Dua Tukang Parkir Ditangkap Usai Aniaya Marbot 90 Tahun di Bandar Lampung
Fenjiu, dari Kemenangan di San Francisco 1915 hingga Apresiasi Global Masa Kini
Forum Outlook Indonesia Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional 2026