Di sisi lain, Cesc Fabregas, pelatih Como, mengaku siap menghadapi tekanan di San Siro. Ia berencana menjegal Milan dengan filosofi permainan yang menjadi ciri khas timnya musim ini.
"Ketika Anda melangkah ke lapangan San Siro melawan Milan, motivasi selalu ada. Ini adalah pertandingan yang sulit secara emosional, juga buat menjaga fokus. Kami ingin membawa pulang poin sebanyak mungkin," ungkapnya.
Como diketahui mengandalkan penguasaan bola yang baik, agresivitas dalam perebutan bola, serta kemampuan menciptakan peluang dari berbagai sektor lapangan. Pendekatan inilah yang akan mereka andalkan untuk menantang sang tuan rumah.
Gambaran dari Peserta Lainnya
Ketatnya persaingan ini juga diamati oleh rival langsung lainnya, seperti Gian Piero Gasperini, manajer AS Roma. Ia mengakui bahwa perkembangan pesat Inter Milan, Juventus, dan AC Milan, ditambah dengan kebangkitan Napoli, Atalanta, dan Como, telah membuat perebutan empat besar menjadi semakin tidak terduga.
"Inter berkembang pesat, begitu pula Juventus dan Milan. Napoli punya momen-momen bagus. Kami berada di sana [empat besar] setelah 24 laga. Tapi kemudian, ada juga Como dan Atalanta," ujarnya.
Gasperini juga sepakat bahwa hasil pertemuan langsung antar tim pesaing akan sangat menentukan akhir musim. Ia menyesali beberapa hasil imbang yang diraih AS Roma, seperti melawan Milan dan Napoli, yang dinilainya hampir bisa dimenangkan.
"Seandainya kami memiliki [Donyell] Malen di paruh pertama musim, kami bisa memiliki poin lebih banyak. Tapi kami berkembang, memenangkan lebih banyak laga, kendati belum maksimal dalam banyak head-to-head," lanjutnya menambahkan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Reklamasi Lahan KAI untuk Kepentingan Negara
Vivo T5 Pro Dikabarkan Segera Rilis di Indonesia, Bawa Spesifikasi Unggulan
Iran Minta Saudi dan UEA Jelaskan Insiden Drone China yang Ditembak Jatuh di Shiraz
Petugas PPSU di Kalisari Diberi SP1 Gara-gara Pakai Foto AI untuk Laporan Parkir