Kinerja Kuartal IV 2025: Laba Tumbuh dan Kredit Terjaga
Target dan proyeksi yang disampaikan tentu berlandaskan pada fondasi kinerja yang kuat. Hingga penutupan kuartal keempat 2025, Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun, mengalami peningkatan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,8 triliun.
Pertumbuhan didorong oleh penyaluran kredit konsolidasi yang mencapai Rp 1.894,98 triliun, tumbuh 13,4% year-on-year (yoy). Yang patut dicatat, ekspansi kredit ini diiringi dengan kualitas aset yang tetap prima. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL gross) bank only tercatat sangat sehat di level 0,96%, dengan cadangan pelindung (coverage ratio) yang kuat sebesar 253%.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” jelas Riduan.
Dukungan pada Perekonomian Kerakyatan
Strategi penyaluran kredit Bank Mandiri memiliki ciri khas, yaitu fokus yang kuat pada sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Bank Mandiri, Muchamad Rizaldi, menekankan bahwa pertumbuhan kredit mereka adalah cerminan dari geliat ekonomi dasar.
“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Mandiri adalah cerminan dari geliat perekonomian masyarakat produktif atau ekonomi kerakyatan. Dukungan Bank Mandiri terhadap UMKM, mikro, dan individu diberikan secara merata dan tidak terbatas kepada kelompok usaha atau masyarakat,” lanjut Rizaldi.
Kekuatan Pendanaan dan Likuiditas
Di sisi liability, Bank Mandiri juga mencatatkan kinerja pendanaan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh pesat sebesar 23,9% yoy menjadi Rp 2.105 triliun. Komposisi dana murah (CASA) yang tetap dominan di level 70,8% menjadi tulang punggung yang memperkuat likuiditas dan menekan biaya dana, memberikan keunggulan kompetitif dalam menjaga margin bunga bersih.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, dan struktur pendanaan yang efisien, Bank Mandiri memasuki tahun 2026 dengan momentum yang kuat serta keyakinan untuk mempertahankan target strategisnya.
Artikel Terkait
Truk Beras Terperosok di Kalimalang Picu Macet Parah, Sopir Diduga Tak Fit
Persib Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Semen Padang 2-0 Berkat Dua Gol Ramon Tanque
Dua Tukang Parkir Ditangkap Usai Aniaya Marbot 90 Tahun di Bandar Lampung
Fenjiu, dari Kemenangan di San Francisco 1915 hingga Apresiasi Global Masa Kini