MURIANETWORK.COM - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mempertahankan target pertumbuhan kredit sebesar 7-9% untuk tahun buku 2026, meskipun ada permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan merevisi target mereka. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, usai menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (18/2). Selain itu, manajemen juga memberikan gambaran awal mengenai pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang diproyeksikan lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Komitmen pada Rencana Bisnis Awal
Di tengah dinamika permintaan regulator, manajemen Bank Mandiri memilih untuk berpegang pada rencana bisnis bank (RBB) yang telah disusun pada Desember lalu. Riduan menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan hingga pertengahan tahun sebelum memutuskan apakah perlu ada penyesuaian.
"Jadi kita teruskan aja dengan RBB yang ada sekarang. Nanti Juni mungkin baru kita lihat perkembangannya untuk revisi atau enggak," tuturnya.
Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Secara historis, kinerja operasional bank kerap melampaui target yang tertuang dalam RBB. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian sekaligus optimisme manajemen dalam membaca kondisi pasar.
Proyeksi Dividen 2025 yang Lebih Baik
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan dividen untuk tahun buku 2025. Riduan mengindikasikan bahwa rasio pembayaran dividen (payout ratio) tidak akan jauh berbeda dari realisasi tahun 2024 yang sebesar 78%. Namun, nilai nominal dividen yang akan diterima pemegang saham dipastikan lebih tinggi.
“Kira-kira segitulah. Nanti kami serahkan saat RUPS (rapat umum pemegang saham). Ya kan keputusannya di RUPS,” kata Riduan.
Ia menegaskan bahwa keputusan final tetap berada di tangan pemegang saham, dengan manajemen hanya berperan mengajukan usulan. Pemegang saham pengendali saat ini adalah PT Danantara Asset Management (DAM) yang menguasai sekitar 51% saham.
Meski belum merinci angka pastinya, Riduan dengan tegas menyampaikan prospek positif tersebut. “Yang pasti better lah dari tahun lalu,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, Bank Mandiri membagikan dividen tunai sebesar Rp 43,5 triliun, naik signifikan dari Rp 33,03 triliun pada tahun buku 2023.
Kinerja Kuartal IV 2025: Laba Tumbuh dan Kredit Terjaga
Target dan proyeksi yang disampaikan tentu berlandaskan pada fondasi kinerja yang kuat. Hingga penutupan kuartal keempat 2025, Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun, mengalami peningkatan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,8 triliun.
Pertumbuhan didorong oleh penyaluran kredit konsolidasi yang mencapai Rp 1.894,98 triliun, tumbuh 13,4% year-on-year (yoy). Yang patut dicatat, ekspansi kredit ini diiringi dengan kualitas aset yang tetap prima. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL gross) bank only tercatat sangat sehat di level 0,96%, dengan cadangan pelindung (coverage ratio) yang kuat sebesar 253%.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” jelas Riduan.
Dukungan pada Perekonomian Kerakyatan
Strategi penyaluran kredit Bank Mandiri memiliki ciri khas, yaitu fokus yang kuat pada sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Bank Mandiri, Muchamad Rizaldi, menekankan bahwa pertumbuhan kredit mereka adalah cerminan dari geliat ekonomi dasar.
“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Mandiri adalah cerminan dari geliat perekonomian masyarakat produktif atau ekonomi kerakyatan. Dukungan Bank Mandiri terhadap UMKM, mikro, dan individu diberikan secara merata dan tidak terbatas kepada kelompok usaha atau masyarakat,” lanjut Rizaldi.
Kekuatan Pendanaan dan Likuiditas
Di sisi liability, Bank Mandiri juga mencatatkan kinerja pendanaan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh pesat sebesar 23,9% yoy menjadi Rp 2.105 triliun. Komposisi dana murah (CASA) yang tetap dominan di level 70,8% menjadi tulang punggung yang memperkuat likuiditas dan menekan biaya dana, memberikan keunggulan kompetitif dalam menjaga margin bunga bersih.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, dan struktur pendanaan yang efisien, Bank Mandiri memasuki tahun 2026 dengan momentum yang kuat serta keyakinan untuk mempertahankan target strategisnya.
Artikel Terkait
Perwakilan Tiga Grup Korporasi Dituntut 15 Tahun Penjara atas Kasus Suap Hakim
Presiden Prabowo Perintahkan Bantuan Daging Segar untuk 6.000 KK Korban Banjir di Aceh Barat Sambut Meugang
BPS Lakukan Verifikasi Lapangan untuk 106 Ribu Penerima BPJS yang Direaktivasi
Kemendiktisaintek Tegaskan SMA Unggul Garuda Bukan Lanjutan RSBI