Budiyanto menerangkan makna filosofis dari tradisi tersebut. "Pelita ini dinyalakan selama 15 hari, berarti sampai Cap Go Meh atau sampai malam ke-15. Supaya ini mendapatkan berkah. Kita disinari, kita diterangi kehidupannya. Dijauhkan dari marabahaya dan diberikan segar kewarasan dan panjang umur," tuturnya.
Silaturahmi dan Harapan di Tahun Kuda Api
Pada hari pertama Imlek, Selasa pagi, aktivitas berlanjut dengan silaturahmi ke keluarga dan sanak saudara. Tradisi ini menjadi wujud nyata penghormatan antar generasi, yang seringkali diwarnai dengan pemberian angpao.
"Acaranya lebih ke keluarga. Merayakan di lingkungan keluarga saling menghormati dari yang muda ke orang yang lebih tua. Biasanya identik dengan angpao yang berisi uang," ujar Budiyanto.
Di tahun yang diidentikkan dengan shio Kuda Api ini, harapan untuk kebaikan bersama pun mengemuka. Budiyanto menyampaikan doa agar masyarakat diberikan kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik.
"Harapannya di tahun kuda api ini masyarakat Welahan khususnya dan Indonesia keseluruhan pada umumnya selalu diberi keberkahan dan kemakmuran. Panen yang berhasil semua sukses," pungkasnya.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra-Proses Tingkatkan Risiko Patah Tulang Panggul
Batas Akhir Puasa Syawal 2026 Diprediksi 17 atau 18 April Akibat Perbedaan Penetapan Awal Bulan
Buronan KKB Pulan Wonda, Tersangka Penyerangan ke Jenderal Tito, Ditangkap di Papua
Polisi Bongkar Praktik Suntik Gas Subsidi ke Tabung Non-Subsidi di Karanganyar