Kekhawatiran atas Campur Tangan dan Komitmen Regional
Lebih lanjut, Larijani menyoroti peran Israel yang dianggapnya sebagai pihak pengganggu. Ia menuduh negara tersebut berusaha menyusup ke dalam proses diplomasi yang seharusnya bersifat eksklusif antara Iran dan AS.
“Negosiasi kami secara eksklusif dengan Amerika Serikat. Kami tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel,” katanya. “Namun, Israel telah memasukkan dirinya ke dalam proses ini, dengan niat melemahkan dan menyabotase negosiasi tersebut.”
Di luar ketegangan dengan Israel, Larijani menyampaikan kesiapan Iran untuk bekerja sama dengan kekuatan regional lain, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Turki, dalam upaya kolektif menjaga stabilitas kawasan.
Refleksi atas Konflik dan Ketahanan Nasional
Mengenai konflik singkat namun intens dengan Israel setahun lalu, Larijani memberikan penilaian yang cukup jujur. Ia mengakui bahwa kemampuan intelijen Iran mungkin tidak sekuat yang selama ini diperkirakan oleh banyak pihak. Pengakuan ini menunjukkan sebuah sudut pandang evaluatif dari dalam.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa pasca-serangan tersebut, langkah-langkah keamanan telah diperketat. Justru, menurutnya, agresi dari luar telah memicu gelombang solidaritas dan persatuan nasional yang lebih kuat di kalangan masyarakat Iran, mengubah tantangan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan domestik.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.500 Personel Amankan Ibadah Paskah di Jakarta
Sopir Hilang Usai Toyota Innova Ringsek Ditabrak KRL di Bogor
Harga Minyak Melonjak Tajam Usai Trump Ancam Serang Iran, Protokol Hormuz Dikembangkan