Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh memang sudah reda. Tapi, bekasnya masih terasa. Di tengah upaya pemulihan itu, bantuan terus mengalir. Kali ini, dari Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh yang menyalurkan 10.235 helai kerudung untuk para korban, khususnya perempuan.
Penyaluran langsung dilakukan pada Kamis lalu, 2 April 2026. Dipimpin sendiri oleh Kepala Kantor Wilayah, Yan Rusmanto, bantuan ini merupakan amanat dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Ribuan kerudung itu tak langsung dibagikan begitu saja. Menurut informasi, distribusinya dilakukan lewat sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di seluruh Aceh. Jadi, jangkauannya lebih luas dan tepat sasaran.
Yan Rusmanto berharap langkah ini bukan sekadar seremonial. Ia ingin ini mempererat hubungan antara instansinya dengan masyarakat Aceh yang sedang berjuang.
"Kami berharap bantuan kerudung dari Bapak Menteri ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu dan saudara-saudara kita yang terdampak banjir," ujar Yan.
Ia menambahkan, "Selain meringankan beban, ini adalah cara kami memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antara jajaran Pemasyarakatan dengan masyarakat Aceh."
Perintah Menteri Agus untuk memesan kerudung ini punya cerita menarik di belakangnya. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pertengahan Januari, Menteri sempat blusukan ke Balai Latihan Kerja Konveksi di Lapas Kelas I Cirebon.
Di sana, Agus Andrianto melihat langsung proses produksinya. Lalu, dengan nada santai tapi serius, ia menitahkan pesanan.
"Ada yang mau nyumbang kaus atau apa yang lagi dicetak di sini? Berapa banyak, 5.000 potong? Boleh nggak tambah, tapi tagihannya ke saya. Untuk anak-anak," kata Menteri Agus kala itu kepada Dirjenpas Mashudi dan staf Lapas.
Keputusannya itu muncul setelah ia mendapat laporan dari para relawan. Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, mereka mendatangi sejumlah titik bencana seperti Aceh Tengah dan Aceh Timur. Di sana, banyak anak perempuan yang justru membutuhkan hijab.
"Karena kayaknya kalau yang nyumbang baju muslimah untuk dewasa cukup banyak. Kalau baju muslimah, hijab untuk yang anak-anak seperti masih belum ada, masih kurang," jelas Menteri Agus. "Saya pesan 5.000 potong ya."
Pesanan itulah yang akhirnya terealisasi menjadi total 10.235 kerudung gabungan untuk dewasa dan anak yang kini telah sampai di tangan warga Aceh yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Kalbar dan Jakarta dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang Bauksit
Hujan Lebat dan Angin Kencang Rusak Tujuh Rumah serta Satu Sekolah di Aceh Barat
Pameran Art with Heart 2026 Hadirkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior, Dorong Inklusivitas dan Kemandirian
Polda Jateng Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Raup Dana Rp4,6 Triliun dari 160 Ribu Transaksi