Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda

- Jumat, 03 April 2026 | 10:30 WIB
Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda

Asap tebal masih mengepul dari reruntuhan ketika tim pemadam berusaha memastikan api benar-benar padam. Pagi Kamis (2/4/2026) itu, warga sekitar SD Negeri 2 Gintung Cilejet, Parung Panjang, Bogor, dikejutkan oleh kobaran api yang melalap gedung ruang guru sekolah tersebut.

Dugaan sementara, penyebabnya adalah korsleting listrik. Menurut sejumlah saksi, api pertama kali terlihat menjalar dari sebuah colokan. Dari sana, si jago merah dengan cepat merambat ke beberapa ruangan dan akhirnya membakar atap bangunan.

Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, ruang guru sedang kosong. Pihak sekolah langsung bergerak cepat, mengevakuasi apa saja yang masih bisa diselamatkan. Buku-buku pelajaran berhasil dipindahkan, tapi nasib lain menimpa kertas soal ujian siswa. Semua hangus dilalap api.

Kepala SD Negeri 2 Gintung Cilejet, Anas Abdullah, tampak memimpin proses pemindahan barang-barang sisa kebakaran. Dia menjelaskan dampak langsung dari musibah ini.

"Untuk PTS akan dilaksanakan Senin besok dan kebetulan kertas soalnya pun terbakar," ujarnya.

Namun begitu, Anas menyebut pihaknya sudah mengantisipasi hal ini. Mereka telah mengontak percetakan untuk mencetak ulang seluruh soal yang musnah. Meski begitu, pelaksanaan ujian semester terpaksa harus ditunda dari jadwal semula, Senin (6/4/2026).

Di sisi lain, aktivitas belajar mengajar tak boleh berhenti. Untuk sementara waktu, ruang guru dipindahkan ke musala terdekat. Situasi ini tentu kurang ideal, tapi setidaknya proses belajar siswa bisa terus berjalan.

Anas berharap pemerintah segera turun tangan. Membangun kembali gedung yang rusak adalah prioritas agar kegiatan sekolah tidak terus-terusan terganggu. Sementara itu, warga dan para guru hanya bisa memandang sisa-sisa bangunan yang hangus, berharap normalitas segera kembali.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar