Rabu sore lalu, sekitar pukul enam, sebuah suara keras mengguncang Kampung Kubang Barat di Carita, Pandeglang. Atap gedung PAUD Nuramila ambruk begitu saja, menyisakan tumpukan kayu lapuk dan genteng pecah. Dugaan sementara, usia bangunan yang masih terhitung muda itu tak sanggup lagi menahan beban.
Nuramila, sang pengelola, mengaku sudah mengantisipasi kejadian ini. Kondisi bangunan memang sudah memprihatinkan sejak lama. "Materialnya dari dulu kurang bagus," ujarnya, Jumat (3/4).
Ia melanjutkan dengan nada prihatin, "Lapuk dimakan usia, ditambah bahan material pas pembangunan kurang bagus, cuaca juga mempengaruhi."
Untungnya, saat atap itu runtuh, tak ada seorang anak pun di dalam. Para siswa sudah pulang. Menurut Nuramila, tanda-tanda kerusakan sudah terlihat jelas sebelumnya. Plafon mulai turun, genteng bergeser, dan suara 'kretek-kretek' terus terdengar dari rangka atap yang rapuh.
"Udah terdengar suara kretek-kretek, plafon dan genteng udah turun," kenangnya.
Yang ironis, gedung yang dibangun tahun 2017 ini sama sekali belum pernah mendapat perbaikan berarti. Nuramila sudah berusaha. Laporan kondisi darurat itu pernah ia sampaikan melalui sistem Dapodik Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen. Sayangnya, upayanya seolah tak digubris.
"Sudah melaporkan untuk revitalisasi, namun nggak di-acc," katanya singkat.
Di sisi lain, proses belajar mengajar tak boleh berhenti. Untuk sementara waktu, halaman sekolah jadi ruang kelas darurat. Dengan alas seadanya, kegiatan belajar tetap berjalan.
"Di halaman pakai alas karpet," tutur Nuramila.
Kini, setelah kejadian, perhatian pun datang. Menurut informasi yang ia terima, pihak Dinas Pendidikan Pandeglang dan pejabat dari kementerian terkait rencananya akan turun ke lokasi. Rencana peninjauan itu diagendakan untuk besok.
"Besok ada kunjungan Dirjen PAUD pusat mau datang," pungkasnya. Harapannya tentu saja, kali ini ada tindak lanjut nyata, bukan sekadar kunjungan biasa.
Artikel Terkait
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang
Jadwal Salat Makassar 27 Mei 2026: Iduladha, Ini Waktu Imsak hingga Isya
Sapi Kurban Terperosok ke Septic Tank Sedalam 6 Meter di Mojokerto, Dievakuasi Damkar Lebih 3 Jam
Sopir Ambulans Dikeroyok Usai Senggolan di Bolaang Mongondow, Empat Orang Diamankan