Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris

- Jumat, 03 April 2026 | 10:35 WIB
Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris

Rabu sore lalu, sekitar pukul enam, sebuah suara keras mengguncang Kampung Kubang Barat di Carita, Pandeglang. Atap gedung PAUD Nuramila ambruk begitu saja, menyisakan tumpukan kayu lapuk dan genteng pecah. Dugaan sementara, usia bangunan yang masih terhitung muda itu tak sanggup lagi menahan beban.

Nuramila, sang pengelola, mengaku sudah mengantisipasi kejadian ini. Kondisi bangunan memang sudah memprihatinkan sejak lama. "Materialnya dari dulu kurang bagus," ujarnya, Jumat (3/4).

Ia melanjutkan dengan nada prihatin, "Lapuk dimakan usia, ditambah bahan material pas pembangunan kurang bagus, cuaca juga mempengaruhi."

Untungnya, saat atap itu runtuh, tak ada seorang anak pun di dalam. Para siswa sudah pulang. Menurut Nuramila, tanda-tanda kerusakan sudah terlihat jelas sebelumnya. Plafon mulai turun, genteng bergeser, dan suara 'kretek-kretek' terus terdengar dari rangka atap yang rapuh.

"Udah terdengar suara kretek-kretek, plafon dan genteng udah turun," kenangnya.

Yang ironis, gedung yang dibangun tahun 2017 ini sama sekali belum pernah mendapat perbaikan berarti. Nuramila sudah berusaha. Laporan kondisi darurat itu pernah ia sampaikan melalui sistem Dapodik Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen. Sayangnya, upayanya seolah tak digubris.

"Sudah melaporkan untuk revitalisasi, namun nggak di-acc," katanya singkat.

Di sisi lain, proses belajar mengajar tak boleh berhenti. Untuk sementara waktu, halaman sekolah jadi ruang kelas darurat. Dengan alas seadanya, kegiatan belajar tetap berjalan.

"Di halaman pakai alas karpet," tutur Nuramila.

Kini, setelah kejadian, perhatian pun datang. Menurut informasi yang ia terima, pihak Dinas Pendidikan Pandeglang dan pejabat dari kementerian terkait rencananya akan turun ke lokasi. Rencana peninjauan itu diagendakan untuk besok.

"Besok ada kunjungan Dirjen PAUD pusat mau datang," pungkasnya. Harapannya tentu saja, kali ini ada tindak lanjut nyata, bukan sekadar kunjungan biasa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar