Demo Guru Honorer 2025 Tuntut Kesetaraan, Jalan di Sekitar Istana Ditutup Total!

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Demo Guru Honorer 2025 Tuntut Kesetaraan, Jalan di Sekitar Istana Ditutup Total!

Demo Guru Honorer di Istana Hari Ini: Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

Ribuan guru honorer dari madrasah swasta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di sekitar Patung Kuda Monas menuju Istana Presiden, Jakarta, pada Kamis (30/10/2025). Aksi demo guru ini menyebabkan penutupan sebagian ruas Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dampak Lalu Lintas Demo Guru di Jakarta Pusat

Berdasarkan informasi dari Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ipda Ruslan Basuki, akses Jalan Medan Merdeka Selatan dari Patung Kuda menuju Kedubes AS ditutup untuk mengamankan aksi demo. Namun, lajur dari arah Kedubes AS menuju Patung Kuda tetap dibuka dan dapat dilintasi pengendara seperti biasa.

Pengamanan Aksi Demo Guru Honorer

Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan total 1.597 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa guru madrasah swasta ini. Kekuatan pengamanan wilayah Jakarta Pusat dikerahkan untuk memastikan demonstrasi berlangsung tertib.

Organisasi Peserta Aksi dan Rute Perjalanan

Aksi demo diikuti oleh berbagai elemen guru termasuk Gabungan Organisasi Guru Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).

Massa aksi awalnya berkumpul di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemudian mulai berjalan menuju kawasan Monas pada pukul 07.11 WIB. Berdasarkan pantauan TMC Polda Metro Jaya melalui akun X resminya, peserta aksi yang menggunakan ikat kepala putih ini berjalan kaki didampingi pengamanan kepolisian.

Tuntutan Demo Guru Honorer 2025

Salah satu tuntutan utama aksi demo guru honorer tercantum dalam spanduk yang menyerukan "Kesetaraan Seleksi Pengangkatan ASN P3K Guru Swasta Tanpa Diskriminasi". Tuntutan ini menyoroti isu kesetaraan dalam seleksi pengangkatan pegawai pemerintah bagi guru swasta.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar