Iran Tegaskan Komitmen Perdamaian, Tolak Paksaan Hentikan Program Nuklir dan Rudal
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya menginginkan perdamaian namun tidak akan tunduk pada paksaan untuk menghentikan program nuklir dan rudal. Pernyataan ini disampaikan menanggapi pertanyaan Iran mengenai kemungkinan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
Iran Siap Berunding dengan Syarat Tidak Ada Paksaan
Presiden Pezeshkian menyatakan kesediaan Iran melakukan perundingan dalam kerangka internasional. Namun, ia menegaskan penolakan tegas terhadap tekanan untuk menghentikan program nuklir dan rudal.
"Kami bersedia mengadakan perundingan di bawah kerangka kerja internasional, tetapi tidak jika mereka mengatakan Anda tidak dapat memiliki ilmu pengetahuan (nuklir), atau hak untuk mempertahankan diri (dengan rudal)," tegas Pezeshkian dalam pernyataannya.
Iran Konsisten Tolak Negosiasi Kemampuan Pertahanan
Pemerintah Iran secara konsisten menolak kemungkinan negosiasi mengenai kemampuan pertahanan negara, termasuk program rudal dan penghentian pengayaan uranium. Pezeshkian menekankan bahwa Iran ingin hidup damai tanpa dipermalukan.
"Mereka memasok senjata ke Israel sementara mereka melarang kami memiliki rudal untuk pertahanan, lalu mereka mengebom kami kapan pun mereka mau," tambah Pezeshkian mengkritik kebijakan negara-negara Barat.
Pernyataan ini mempertegas posisi Iran dalam hubungan internasional sekaligus menegaskan komitmen negara tersebut terhadap program nuklir dan pertahanannya.
Artikel Terkait
Hakim Banding Perberat Kewajiban Uang Pengganti Ariyanto Bakri Jadi Rp21,6 Miliar, Hukuman 16 Tahun Penjara Tetap
Dolar AS Melemah Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi, Investor Waspadai Sikap Hawkish The Fed
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa