Bamsoet Serukan Politik Akal Sehat dan Rekonsiliasi di Peluncuran Buku Prabowo

- Senin, 16 Februari 2026 | 10:35 WIB
Bamsoet Serukan Politik Akal Sehat dan Rekonsiliasi di Peluncuran Buku Prabowo

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie melihat buku ini sebagai catatan penting fase rekonsiliasi nasional. Ia menilai langkah-langkah seperti pemberian maaf dan konsolidasi politik merupakan bagian dari proses penyembuhan kolektif bangsa yang vital untuk stabilitas.

Jimly menambahkan, tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat, agenda pembangunan dan perlindungan hak warga negara bisa terhambat. Kepemimpinan yang meredakan ketegangan, menurutnya, adalah kebutuhan mendesak.

Konsistensi Visi dan Arah Kebijakan

Beberapa pembicara lain menyoroti konsistensi visi dan program Prabowo. Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menilai buku ini menampilkan sudut pandang kepemimpinan yang berorientasi pengabdian. Ia menyebut sejumlah program seperti makan bergizi gratis dan penguatan koperasi sebagai wujud nyata perjuangan untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan konteks kebijakan ekonomi. Ia menyebut pemerintahan saat ini sedang mengarahkan ulang kebijakan ekonomi agar selaras dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, sebagai bentuk koreksi terhadap praktik ekonomi yang dianggap terlalu liberal.

Fadli, yang mengenal Prabowo sejak lama, menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini bukan hal baru, melainkan eksekusi dari pemikiran yang telah matang selama puluhan tahun.

Acara peluncuran buku tersebut dihadiri oleh beragam tokoh dari unsur legislatif, eksekutif, TNI, Polri, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan, mencerminkan resonansi tema yang diangkat dalam diskusi.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar