MURIANETWORK.COM - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menyerukan pentingnya kepemimpinan yang rasional dan rekonsiliatif dalam politik Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam peluncuran buku 'Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung' karya Joseph Osdar di Jakarta, Minggu (15/2). Bamsoet, sapaan akrabnya, mengajak publik merefleksikan perjalanan demokrasi yang kerap terpolarisasi, menekankan bahwa kepentingan bangsa harus mengatasi ego sektoral.
Politik Akal Sehat untuk Keselamatan Negara
Dalam sambutannya, Bamsoet mendefinisikan politik akal sehat sebagai keberanian mengambil keputusan sulit demi negara. Ia menyinggung langkah-langkah strategis yang berlandaskan konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.
Kenangan dari Cijantung dan Karakter yang Autentik
Bamsoet juga membagikan kesan pribadinya saat pertama kali bertemu Prabowo Subianto empat dekade silam. Saat itu, sebagai wartawan muda, ia mewawancarai Danjen Kopassus di Markas Cijantung. Pertemuan itu memberinya perspektif langsung tentang sosok perwira yang berpengalaman lapangan.
Kesan itu semakin kuat menyusul respons Prabowo terhadap sebuah artikel yang ditulis Bamsoet. Artikel berjudul "Prabowo, Jenderal Bisnis Bagi Kesejahteraan Prajurit" itu memantapkan pandangannya tentang karakter sang jenderal.
Etika Politik dan Proses Rekonsiliasi
Narasumber lain, akademisi Rocky Gerung, mengisahkan momen selama persiapan debat Pilpres 2019. Ia pernah mengusulkan taktik debat yang keras kepada Prabowo, namun usulnya ditolak. Menurut Rocky, penolakan itu mencerminkan etika dan rasa hormat Prabowo terhadap jabatan presiden, sekaligus kepada lawan politiknya.
Artikel Terkait
Uji Coba Sistem Bayar Tol MLFF Segera Dimulai, BPJT Pastikan Persiapan Matang
Lalu Lintas Kereta di Lintas Maswati-Sasaksaat Kembali Normal Usai Longsor
Pria Pacaran 3 Tahun Cekik Wanita hingga Tewas di Sawah Sragen
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Capai 4,38 Juta Ton