Wamen Dalam Negeri Soroti Stadion Terbengkalai, Dorong Kolaborasi untuk Hidupkan Kembali

- Selasa, 09 Desember 2025 | 11:10 WIB
Wamen Dalam Negeri Soroti Stadion Terbengkalai, Dorong Kolaborasi untuk Hidupkan Kembali

Senin lalu, suasana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tak seperti hari biasa. Bukan sorak-sorai suporter yang memenuhi tribun, melainkan diskusi serius tentang nasib fasilitas olahraga negeri ini. Di sana, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dengan tegas menyuarakan keprihatinannya. Baginya, banyak stadion kita kondisinya memprihatinkan terbengkalai dan tak terurus.

"Banyak juga ya sarana olahraga yang idle gitu, tidak terurus, tidak terawat ya," ujar Wiyagus.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah Focus Group Discussion yang digelar di Bandung. Penyebabnya klasik: biaya perawatan yang selangit. Tapi Wiyagus tak cuma mengeluh. Ia mendorong sebuah perubahan mendasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, klub olahraga, dan kementerian terkait dinilainya kunci untuk menata ulang pengelolaan stadion.

Menurutnya, skema yang baru harus bisa membuat stadion produktif. Bukan sekadar jadi bangunan megah yang mati suri di luar event besar. Ia membayangkan sebuah pusat aktivitas yang hidup; tempat olahraga bersanding dengan denyut ekonomi kreatif dan UMKM. Dengan begitu, kontribusinya untuk Pendapatan Asli Daerah pun bisa nyata.

“Tentunya ini strategis ya,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi yang ia saksikan antara Pemkot Bandung dan klub Persib. “Kolaborasi dalam membangun tata kelola industri olahraga yang profesional, produktif dan berdaya saing.”

Lalu, apa langkah konkretnya? Wiyagus membeberkan rencana jangka pendek. Kemendagri akan bergerak bersama Kemenpora dan Kementerian UMKM. Mereka akan menyusun sebuah kajian nasional sebagai peta jalan. Kajian ini nantinya akan dibawa dalam roadshow ke sejumlah pemerintah daerah.

“Kita zoom dua puluh pemda yang memiliki 20 stadion,” jelasnya tentang target awal. “Kemudian form skema yang akan kita jalankan juga kita sampaikan gitu ya agar bisa segera diwujudkan.”

Target waktu pun sudah disepakati. Jika semua berjalan mulus, skema pengelolaan baru ini diharapkan bisa mulai diterapkan secara bertahap pada tahun 2026. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi Wiyagus tampak optimis.

Harapannya jelas. Ia ingin kolaborasi lintas sektor ini mampu menghidupkan kembali fungsi stadion. Dari bangunan yang seringkali sepi dan terbengkalai, menjadi jantung komunitas yang berdenyut pusat olahraga, budaya, dan ekonomi yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Makanya yang 20 stadion ini diharapkan bisa dikelola dengan baik ya,” tandasnya, “dengan skema yang minimal sama dengan yang dilakukan oleh Pemkot (Bandung) ya.”

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar