Laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk tahun 2025 akhirnya dirilis. Dan ada angin segar di dalamnya. Perusahaan raksasa teknologi itu berhasil memotong kerugian bersihnya secara drastis. Bayangkan, dari minus Rp5,2 triliun di 2024, tahun lalu kerugiannya tinggal Rp1,2 triliun saja. Sebuah lompatan perbaikan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, pendapatannya justru meroket. Laporan yang diterbitkan Rabu (11/3/2026) itu menunjukkan, pendapatan bersih GOTO naik 15 persen menjadi Rp18,3 triliun. Sektor pengiriman tumbuh 8,3 persen ke angka Rp5,8 triliun. Meski begitu, pendapatan dari imbalan jasa justru sedikit meredup, turun 2 persen menjadi Rp5,7 triliun.
Yang bikin mata terbelalak adalah kinerja segmen pinjaman. Bagian ini hampir melesat dua kali lipat! Pendapatannya melonjak 95 persen, dari Rp1,9 triliun di tahun sebelumnya menjadi Rp3,8 triliun di 2025. Gopay, rupanya, punya cerita sendiri.
Namun begitu, beban usaha tetap merangkak naik sekitar 3 persen menjadi Rp18,7 triliun. Pemicu utamanya adalah beban pokok pendapatan yang membengkak 4,5 persen. Rinciannya? Biaya layanan kirim masih yang terbesar, Rp5,6 triliun, diikuti gaji karyawan Rp3,6 triliun. Lalu ada biaya iklan, IT, dan insentif pelanggan. Kelima pos ini menelan 73 persen dari total beban usaha mereka.
Kalau dilihat dari kinerja operasional, ceritanya jadi lebih berwarna. Dua bisnis intinya justru mencetak keuntungan. Layanan on-demand lewat Gojek menyumbang laba operasional Rp888,6 miliar, sementara e-commerce Tokopedia membukukan Rp572 miliar. Sayangnya, fintech (Gopay) masih terkantuk-kantuk di zona merah dengan kerugian Rp397 miliar.
Artikel Terkait
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor
DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Saham Targetkan Lebih Terjangkau Investor Retail