Dua Remaja Tewas di Gaza Utara Meski Gencatan Senjata Masih Berlaku

- Minggu, 25 Januari 2026 | 02:05 WIB
Dua Remaja Tewas di Gaza Utara Meski Gencatan Senjata Masih Berlaku

Meski gencatan senjata masih berlaku, serangan Israel ke Gaza kembali terjadi. Kali ini, dua remaja meregang nyawa.

Menurut keterangan dari Badan Pertahanan Sipil Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dua korban tewas akibat serangan pesawat tak berawak. Insiden itu terjadi di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, di kawasan Beit Lahia yang terletak di Gaza utara. Informasi ini dilaporkan oleh AFP pada Sabtu (24/1/2026).

Dari pihak rumah sakit, konfirmasi datang. Otoritas Rumah Sakit Al-Shifa menyatakan mereka telah menerima kedua jenazah tersebut. Mereka bukan orang dewasa, melainkan dua anak laki-laki yang masih sangat belia: satu berusia 13 tahun, satunya lagi 15 tahun.

Namun begitu, militer Israel punya dalih lain. Mereka menyebut kedua remaja itu telah menimbulkan 'ancaman langsung' bagi pasukannya.

"Sebelumnya hari ini... pasukan yang beroperasi di Jalur Gaza utara mengidentifikasi beberapa teroris yang melintasi Garis Kuning, menanam alat peledak di daerah tersebut, dan mendekati pasukan, menimbulkan ancaman langsung bagi mereka,"

Begitu bunyi pernyataan resmi militer. Setelah identifikasi, serangan udara pun dilancarkan.

Gencatan senjata yang dimediasi AS ini sebenarnya sudah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Dalam kesepakatannya, pasukan Israel memang ditarik ke posisi di belakang "Garis Kuning". Tapi faktanya, kendali atas lebih dari separuh wilayah Gaza masih berada di tangan mereka. Situasinya tetap rumit, tegang, dan rentan bentrokan seperti yang kita saksikan sekarang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar