Senin lalu, suasana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tak seperti hari biasa. Bukan sorak-sorai suporter yang memenuhi tribun, melainkan diskusi serius tentang nasib fasilitas olahraga negeri ini. Di sana, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dengan tegas menyuarakan keprihatinannya. Baginya, banyak stadion kita kondisinya memprihatinkan terbengkalai dan tak terurus.
"Banyak juga ya sarana olahraga yang idle gitu, tidak terurus, tidak terawat ya," ujar Wiyagus.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah Focus Group Discussion yang digelar di Bandung. Penyebabnya klasik: biaya perawatan yang selangit. Tapi Wiyagus tak cuma mengeluh. Ia mendorong sebuah perubahan mendasar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, klub olahraga, dan kementerian terkait dinilainya kunci untuk menata ulang pengelolaan stadion.
Menurutnya, skema yang baru harus bisa membuat stadion produktif. Bukan sekadar jadi bangunan megah yang mati suri di luar event besar. Ia membayangkan sebuah pusat aktivitas yang hidup; tempat olahraga bersanding dengan denyut ekonomi kreatif dan UMKM. Dengan begitu, kontribusinya untuk Pendapatan Asli Daerah pun bisa nyata.
“Tentunya ini strategis ya,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi yang ia saksikan antara Pemkot Bandung dan klub Persib. “Kolaborasi dalam membangun tata kelola industri olahraga yang profesional, produktif dan berdaya saing.”
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing